Mengomunikasikan Sains Kepada Khalayak Non-Sains

Sains dan keilmuan-keilmuan lain yang dinaunginya hampir selalu menjadi hal menarik untuk dieksplorasi. Akan tetapi, seringkali sains memiliki dinding penghalang tersendiri bagi masyarakat yang tidak bergelut di dalamnya. Untuk itulah, sebuah jembatan berupa komunikasi efektif perlu dibangun. Agar sains bukan menjadi hal eksklusif yang hanya mampu dinikmati oleh para peneliti dan praktisi yang menggelutinya. Lalu, bagaimana komunikasi itu sebaiknya dibangun?

Sebuah momentum unik yang menyatukan para pegiat sains multidisiplin. Terdiri dari para mahasiswa bachelor, master, doctoral, hingga Profesor dalam satu meja diskusi intim tentang Materials Science and Engineering: Past, Present, and Future. | Sumber: Dokumentasi agenda PPI Leuven.

Suatu forum diskusi yang semuanya berasal dari latar belakang serupa, diskusinya pasti nyambung. Karena satu frekuensi dan untuk berdiskusi biasanya tanpa perlu melalui kurasi dan tembahan penjelasan. Akan beda cerita jika forum diskusinya terdiri dari background sains dan non-sains, atau sosial dan non-sosial, dan sebagainya. Kali ini penulis ingin memberikan gambaran jika diskusi yang harus disampaikan oleh orang sains harus mampu menyentuh pemahaman khalayak non-sains. Itulah mengapa ada beberapa istilah penting yang harus dicermati.

Definisi

Terinspirasi dari proyek-proyek berbasis HORIZON di Eropa*), ada tiga hal terkait menyampaikan hal-hal berbau hasil:

  1. Komunikasi: aktivitas menginformasikan, melakukan promosi, dan menyampaikan informasi kepada khalayak luas, baik yang ada di lingkungan terpapar sains/tidak, melalui media publik.
  2. Diseminasi: aktivitas menghasilkan sebuah karya tulis ataupun publikasi sains secara terbuka, dapat diakses siapa saja, dan gratis (open source).
  3. Exploitasi: aktivitas yang merupakan kelanjutan dari hasil proyek, bisa berupa produk komersial, proposal riset selanjutnya, gerakan yang berdampak sosial, maupun trigger bagi kebijakan politik.

*)European Commission: European Research Executive Agency. (2023). Communication, dissemination & exploitation what is the difference and why they all matter. Publications Office of the European Union. https://data.europa.eu/doi/10.2848/289075.

Nah, dari ketiga definisi dan fungsi tersebut, sepertinya hanya komunikasi yang mampu dikategorikan sebagai aktivitas paling inklusif. Karena komunikasi didesain untuk khalayak luas tanpa memandang latar belakang. Nah, bagaimana sih sebaiknya komunikasi keilmuan-keilmuan yang dinaungi sains bisa efektif dikomunikasikan?

Bentuk komunikasi yang efektif seharusnya…

Dari pengalaman mengelola sebuah platform diskusi berbasis sains, Materials Chat Room, selama lima tahun ke belakang, setidaknya ada empat prinsip yang wajib dipenuhi dalam menyampaikan informasi sains tapi tetap membumi:

  • Dikemas secara lebih menarik melalui visual yang mudah dimengerti.
  • Jika ada penggunaan bahasa teknis, wajib dijelaskan dan dijabarkan dengan bahasa sehari-hari.
  • Boleh memicu pertanyaan (misalnya dengan click bait) tapi tidak boleh terkesan menggurui.
  • Wajib dilengkapi dengan batasan-batasan konkret, mana yang akan dibahas dalam waktu singkat dan mana yang harus diberikan ruang diskusi panjang dan follow up.

Jika bentuknya berupa presentasi tatap muka, empat prinsip di atas akan dengan mudah diaplikasikan. Akan tetapi, jika bentuk yang ditargetkan berupa tulisan atau yang peminatnya ada di media sosial, maka harus ada syarat tambahan berupa:

  • Jika berupa infografis 2 dimensi: visual (berupa skema, flowchart, gambar menarik) yang digunakan harus lebih banyak dibanding tulisannya.
  • Jika berupa videografis (gambar bergerak): intonasi penyampai pesan/narator tidak boleh membosankan dan video tidak terlalu panjang.
  • Jika berupa tulisan di laman web atau blog: tulisan tidak boleh terlalu panjang dan wajib diberi sub-judul, pun juga 1-2 gambar sebagai ilustrasi yang berkaitan dengan tulisan.

Ada pengalaman yang bisa diceritakan?

Kebetulan di awal Desember 2025, penulis mendapat kesempatan untuk mengomunikasikan tentang hal teknis di hadapan audiens yang memiliki latar belakang beragam. Di dalam forum tersebut ada peneliti bidang sains, Profesor, konsultan, perwakilan pengambil kebijakan dari European Commission, dan awak media. Forumnya bernama Battery Innovation Days 2025 (https://batteryinnovationdays.eu/), yang diselenggarakan di Graz, Austria. Pada salah satu Parallel Session bertajuk Exploring the Development of Next Generation Batteries, penulis berbicara tentang kolaborasi pembentukan Cluster sebagai salah satu jalan untuk akselerasi pengembangan R&D&I baterai sistem elektrolit padat.

Sesi presentasi di Battery Innovation Days 2025 (BID2025), 2 Desember 2025, Graz, Austria. | Sumber: Dokumentasi dari panitia BID2025.

Di sana, penulis harus memantik diskusi selama 10 menit. Dalam waktu tersebut, setidaknya harus ada penjelasan berupa: (1) mengapa harus elektrolit padat?; (2) apa yang ditawarkan dalam Cluster?; (3) sejak kapan Cluster diinisiasi?; (4) apa saja kegiatan dan milestone yang sudah dicapai?; (5) siapa saja anggota dari Cluster yang dimaksud?; dan terakhir (6) apa syarat bagi yang ingin bergabung.

Semuanya harus disampaikan secara runtut dan dapat diterima oleh audiens dari berbagai latar belakang. Rekaman lengkapnya dapat ditonton di sini. Beruntungnya agenda tersebut disampaikan dalam bentuk presentasi tatap muka, sehingga cukup mengikuti empat prinsip di atas. Tentunya, dengan bait tambahan: “jika audiens ingin berdiskusi lebih lanjut, bisa menghubungi presentator di booth selama acara berlangsung, atau melakukan korespondensi melalui e-mail.”

Epilog

Jadi gimana? Sudah paham dong sekarang? Nah, kapan kalian ingin mulai mengomunikasikan keilmuan sains kalian kepada khalayak non-sains? Yuk latihan bareng!

Bagi yang risetnya atau pekerjaan industrinya berkaitan dengan material, metalurgi, kimia, fisika, dan keilmuan terkait lainnya, boleh langsung gabungan lho! Bisa melalui WhatsApp / Telegram / follow Instagram / LinkedIn Materials Chat Room. Atau kalau ingin jadi pemantik diskusi, boleh langsung kontak ke penulis. Selanjutnya akan dicarikan jadwal airing bareng di YouTube Live kita tiap bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *