Sebagai umat Islam, mengunjungi dua kota suci, Makkah dan Madinah, menjadi sebuah perjalanan spiritual tersendiri. Entah melalui ibadah Haji maupun Umrah. Tentunya, kenyamanan dan keamanan dalam proses menuju ke sana tak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan, bisa dibilang mendapatkan tempat tinggal dan akomodasi yang premium haruslah menjadi prioritas demi kelancaran dalam beribadah. Ditambah lagi dengan fleksibilitas dalam mengatur agenda, pastinya akan lebih dibutuhkan ketika perjalanan dilakukan bersama keluarga.

Riset menuju keberangkatan
Ada setidaknya tiga hal yang harus dilakukan ketika ingin menuju ke tanah suci. Untuk tulisan kali ini, penulis membagikan pengalaman keberangkatan Umrah di akhir tahun 2025, tepat di pergantian bulan Jumadil Akhir menuju ke Rajab 1447 H. Tiga hal tersebut adalah:
- Menetapkan hati dan benar-benar berniat pergi ke tanah suci. Diskusikan hal ini dengan pasangan dan jangan lupa bermusyawarah untuk penentuan tanggal keberangkatan.
- Survey dan riset mendalam tentang step-by-step menjelang keberangkatan. Ini bisa dilakukan dengan bertanya kepada teman dekat yang sudah pernah melakukan ibadah Umrah bersama keluarga. Utamanya, karena case penulis adalah berangkat dari luar Indonesia (Belgia), maka cari teman yang memiliki pengalaman serupa. Atau setidaknya yang pernah melakukan keberangkatan dari Eropa.
- Jangan ragu untuk memulai hunting mencari perusahaan tour & travel untuk pengurusan visa Umrah. Baik perusahaan lokal di negara domisili, di negara tujuan (Arab Saudi), atau juga perusahaan di negara asal (Indonesia).
Sebagai gambaran, usaha kami dimulai dengan memantapkan diri untuk pergi ke tanah suci di akhir tahun 2025. Hal itu dikarenakan libur musim dingin kantor, kelas bahasa istri, dan juga sekolah anak dimulai di tanggal 22 Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Selanjutnya, riset dan hunting kami lakukan selama setidaknya 2-3 pekan. Tepat di awal pekan keempat bulan Oktober 2025, kami sudah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan untuk final assessment.
Lalu, di akhir pekan keempat bulan Oktober 2025 kami sudah menentukan untuk kerjasama dengan Al Kanz Tour & Travel (@alkanz.tour). Setelah sebelumnya kami juga mencari tahu, menghubungi langsung, dan mengikuti beberapa meeting via Zoom dengan berbagai perusahaan travel baik dari Indonesia, Belgia, maupun Arab Saudi. Berdasarkan analisis kami, Al Kanz memiliki keunggulan di fleksibilitas pelayanan, pengaturan agenda dan destinasi selama Umrah, penyesuaian harga yang bersahabat, dan pemilihan tempat tinggal (hotel) dan akomodasi/transportasi.
Mengapa masih harus mengontak perusahan travel?
Ada dua pertimbangan utama,
- Pertimbangan pengurusan visa Umrah resmi melalui aplikasi Nusuk Masar (dikelola oleh agency atau perusahaan travel).
- Pemesanan hotel bintang 3 (★★★) sampai 5 (★★★★★)* melalui perusahaan travel relatif lebih murah. Karena ada kemungkinan mendapatkan “harga rontokan” dari jejaring hotel dan akomodasi di Arab Saudi.
*Penentuan bintang (★★★★★) pada hotel di sekitar Masjid Al Haram dan Nabawi umumnya tergantung seberapa dekat dengan area Masjid. Kecuali ditentukan lain oleh pihak hotel.

Step-by-step Umrah beserta estimasi biaya core-nya (dalam EUR)
Oke, mari kita masuk pada pembahasan utamanya!
- Setelah tanggal sudah ditentukan dan durasi Umrah direncanakan, yang pertama harus kita lakukan adalah mengontak perusahaan travel untuk negosiasi agenda serta harga untuk pengurusan visa, pemesanan hotel, dan diskusi tentang akomodasi/transportasi.
- Pemesanan tiket pesawat pulang-pergi. Untuk hal ini, kemarin rute yang kami tempuh adalah BRU-DOH-JED untuk keberangkatan, dan JED-DOH-BRU untuk kepulangan. Range 💶: 2500-3000 EUR
- Setelah itu, proses pemesanan hotel (sementara) baru bisa dilakukan. Nah, inilah peran dari perusahaan travel. Karena mereka biasanya terhubung dengan jejaring hotel dan akomodasi di Arab Saudi, sehingga lebih terjamin prosesnya. Untuk kemarin, kami mendapatkan harga yang cukup menarik:
- Makkah (5 malam) fullboard meal, range 💶: 1700-1800 EUR
- Madinah (3 malam) fullboard meal, range 💶: 700-800 EUR
- Selanjutnya di pengurusan visa Umrah. Karena kami memutuskan bekerja sama dengan perusahaan travel, maka semuanya diurus oleh travel. Range 💶: 120-130 EUR per orang.
Serba-serbi berkas dan aturan terbaru
Berkas yang dibutuhkan untuk pengurusan visa Umrah adalah:
- Scan paspor yang masih berlaku (pastikan lebih dari 6 bulan).
- Scan kartu identitas negara tempat tinggal. Di case kami, kami menyetorkan scan Belgian ID.
- Bukti pemesanan tiket pesawat untuk penerbangan pulang-pergi.
- Bukti pemesanan hotel (sementara), lihat di poin nomor 3.
- Scan bukti vaksin Meningitis yang diakui secara internasional.
- Scan bukti vaksin lain yang relevan. Kami kemarin menyertakan bukti vaksin Difteri, Polio, Tetanus, dan Influenza, yang diberikan oleh dokter keluarga kami di Belgia.
Menariknya, visa Umrah akan dikeluarkan oleh pihak imigrasi Arab Saudi jika pihak hotel sudah mengonfirmasi di sistem aplikasi Nusuk Masar bahwa pemesanan hotel (sementara) oleh jamaah benar-benar sudah dilakukan. Baru setelah melewati tahap ini, pemesanan hotel dinyatakan valid.
Menurut aturan terbaru, jamaah Umrah akan mendapatkan izin tinggal hingga 30 hari saja. Kecuali pemegang visa atau identitas negara area Schengen (Belgia termasuk), atau kebijakan lain oleh otoritas Arab Saudi (ini sulit ditebak), maka bisa mendapatkan izin tinggal selama 90 hari.
Biaya lain-lain (dalam EUR)
Di sela-sela menunggu visa jadi, penulis juga mendapatkan transparansi dari pihak travel terkait pengurusan akomodasi dan transportasi (termasuk bahan bakar dan tip bellboy hotel, dan urusan kecil lainnya). Penulis akan membagikan juga di artikel kali ini, sebagai gambaran bagi wise-reader sekalian.
- Biaya pendampingan ibadah oleh Muthawif & private handling selama Umrah, range 💶: 600-700 EUR
- Penjemputan dari bandara JED sampai Makkah, range 💶: 80-90 EUR (menggunakan mobil jenis van)
- Perjalanan ambil miqat ke Masjid Aisyah, Tan’im, range 💶: 35-40 EUR
- Perjalanan dari Makkah ke Madinah, range 💶: 180-200 EUR (menggunakan mobil jenis van)
- Bus Hop On Hop Off (keliling kota Madinah), range 💶: 20-25 EUR per orang, berlaku 24 jam.
- Pengantaran dari Madinah ke bandara JED, range 💶: 150-180 EUR (menggunakan mobil jenis van)
- Biaya perjalanan lain-lain, range 💶: 25-50 EUR untuk sekali jalan menggunakan taksi, akan dibantu negosiasi harga oleh Muthawif.
Untuk biaya makanan selama perjalanan/perpindahan kota, camilan ringan, 5 liter Zamzam saat penjemputan dari bandara JED di hari pertama, hingga jatah 5 liter Zamzam per orang saat kepulangan (diambil di bandara, dibantu Muthawif), semuanya gratis. Hal-hal tersebut sebagian ada yang ditanggung travel, ada juga yang sudah termasuk ke dalam visa Umrah resmi (contohnya Zamzam untuk kepulangan).
Catatan penting lainnya!

- Jangan remehkan cuaca, apalagi kalau Umrah di musim dingin (November-Januari). Sediakan 2 pasang Ihram untuk pria, dan beberapa gamis untuk wanita, beserta jaket tebal. Makkah relatif sejuk, tapi Madinah cukup dingin (bisa 3-5°C saat menjelang Shubuh).
- Pakaian berjahit untuk pria akan sangat berguna dan terpakai ketika di Madinah. Di Makkah, jika goal-nya adalah selalu ibadah/sholat lima waktu di Mataf (lantai yang sejajar dengan Ka’bah), maka Ihram adalah pakaian dinas bagi pria setiap keluar hotel.
- Penting membawa obat-obatan pribadi.
- Visa Umrah resmi (bukan visa kunjungan atau transit) sudah termasuk asuransi kesehatan di dalamnya. Segala bentuk emergency tidak dipungut biaya apapun, di seluruh rumah sakit pemerintah Arab Saudi. Jika Umrah menggunakan visa kunjungan/transit maka biaya rumah sakit bisa sekitar 100 SAR atau lebih.
- Bagi yang membawa batita/balita untuk Umrah, ingat-ingat bahwa di bagian emergency Shafa Tower Hospital (terdekat dengan Masjid Al Haram, sekitar WC3) tidak memiliki pediatrician. Maka, jika terjadi sesuatu yang membutuhkan emergency untuk putra-putri, bisa langsung menuju ke klinik terdekat. Salah satunya: Andalus General Medical Complex (6 km dari Masjid Al Haram). Di sana ada perawat asal Indonesia yang sudah 7 tahun lebih berkarir sebagai tenaga medis profesional. Bisa dipanggil ke hotel, bahkan untuk penanganan khusus seperti pemberian cairan infus, serta tindakan emergency lain untuk anak-anak (dan juga dewasa).
- Untuk cash, tidak perlu membawa banyak-banyak, karena mayoritas di Makkah dan Madinah sudah menggunakan sistem cashless. Kartu debit Visa/Mastercard bisa dipakai. Menurut penulis, kartu debit Revolut Visa sangat membantu. Bahkan ada beberapa kedai makanan Indonesia yang menerima pembayaran pakai QRIS BNI/Mandiri/dll.
Epilog
Perjalanan ke tanah suci adalah sebuah perjalanan spiritual yang tidak biasa. Bukan seperti perjalanan travelling atau bepergian pada umumnya. Maka dari itu, selain persiapan secara fisik, finansial, dan perencanaan matang, persiapan rohani tak kalah penting. Kita sering mendengar kabar bahwa meski persiapan sudah matang, bahkan hampir 100%, ternyata masih ada jamaah yang gagal berangkat karena satu dan lain hal.
Mengutip pernyataan Kyai Fadloli (Al Kanz), bahwa Umrah adalah perjalanan hati, maka persiapan untuk menyucikan hati dari segala keburukan dan kemaksiatan menjadi penting untuk dilakukan untuk tiap jamaah. Agar kita benar-benar menjadi penerima undangan Allah SWT. yang pantas untuk mengunjungi Ka’bah di Masjid Al Haram (Makkah), dan juga tempat peristirahatan terakhir Nabiyullah Muhammad SAW dan para sahabat beliau di Masjid Nabawi (Madinah).
InshaAllah para wise-reader akan segera diundang oleh Allah SWT. menuju dua kota suci, Makkah dan Madinah, di waktu yang tepat dan saat terbaik menurut garis waktu wise-reader sekalian. Tentunya dalam keadaan sehat wal ‘afiyat.






Leave a Reply